Satu Tujuan

Satu Tujuan, Banyak Aplikasi:
Catatan Kecil dari Lapangan

Opini | Transformasi Digital | Percepatan Penurunan Stunting

Transformasi digital seharusnya menjadi solusi untuk meningkatkan efisiensi pelayanan publik. Namun, dalam pelaksanaan program percepatan penurunan stunting, kami di lapangan masih menghadapi tantangan yang cukup sering dikeluhkan oleh para pelaksana.

📱 Aplikasi yang Digunakan Saat Ini

  • eLSIMIL (PLKB)
    Pendataan calon pengantin, ibu hamil, dan ibu nifas.
  • ePPGBM (Puskesmas)
    Pencatatan hasil penimbangan Posyandu serta penentuan status stunting.
  • eHDW (Kalurahan)
    Menjadi dasar analisis kondisi stunting dan bahan Musyawarah Kalurahan (Muskal) dalam penyusunan RKP agar program dapat dianggarkan melalui APBKal.

Masing-masing aplikasi memiliki fungsi dan penanggung jawab yang berbeda. Namun, tujuan akhirnya sama, yaitu mendukung percepatan penurunan stunting.

Tantangan di Lapangan

Yang menjadi tantangan di lapangan adalah data yang diminta sering kali saling berkaitan, bahkan banyak yang serupa, tetapi harus diinput ke aplikasi yang berbeda. Lebih dari itu, petugas yang melakukan pendataan dan penginputan pun sering kali orang yang sama atau saling membantu, sehingga pekerjaan administratif menjadi berulang.

Akibatnya, waktu yang seharusnya dapat dimanfaatkan untuk pendampingan keluarga, edukasi masyarakat, dan monitoring sasaran justru banyak tersita untuk proses penginputan data pada beberapa sistem yang berbeda.

📌 Fakta di Lapangan

  • Data yang diminta antar aplikasi banyak yang serupa.
  • Input dilakukan berulang pada sistem yang berbeda.
  • Petugas lapangan sering kali merupakan orang yang sama.
  • Waktu pelayanan masyarakat berkurang karena beban administrasi.

Harapan ke Depan

Harapan kami sederhana. Di era digital dan semangat efisiensi birokrasi saat ini, akan sangat baik apabila sistem-sistem tersebut dapat saling terintegrasi. Data cukup diinput satu kali, kemudian dapat dimanfaatkan oleh setiap instansi sesuai kewenangan dan kebutuhannya.

Integrasi bukan berarti menghilangkan peran masing-masing instansi, tetapi memperkuat kolaborasi. Dengan sistem yang terhubung, kualitas data akan lebih baik, pekerjaan menjadi lebih efisien, mengurangi duplikasi input, dan petugas di lapangan dapat lebih fokus pada pelayanan kepada masyarakat.

📝 Catatan

Tulisan ini bukan untuk menyalahkan atau membandingkan aplikasi yang ada. Ini hanyalah catatan kecil dari pengalaman lapangan yang mewakili sebagian keluhan para pelaksana program. Semoga ke depan transformasi digital tidak hanya menghadirkan banyak aplikasi, tetapi juga menghadirkan satu data yang terintegrasi, satu tujuan, dan pelayanan yang semakin efektif demi percepatan penurunan stunting di Indonesia.

Teknologi seharusnya menyederhanakan pekerjaan, bukan menambah beban administrasi.

Integrasi data adalah langkah menuju pelayanan publik yang lebih efektif.

Web: Mitradesasaptosari007.blogspot.com
Instagram: @TPP_Saptosari

Komentar

Postingan Populer