Sinergi Program MBG dan Intervensi Sensitif

Sinergi Program MBG dan Intervensi Sensitif: Menyusun Strategi Penanganan Stunting di Tengah Penurunan Dana Desa

Dokumentasi koordinasi percepatan penurunan stunting bersama PLKB di Kapanewon Saptosari.

18 Juni 2026 dilaksanakan koordinasi bersama Penyuluh Lapangan Keluarga Berencana (PLKB) di Kapanewon Saptosari sebagai bagian dari penguatan strategi percepatan penurunan stunting. Pertemuan ini membahas arah kebijakan terbaru penanganan stunting yang kini semakin terintegrasi melalui Program Makan Bergizi Gratis (MBG) hasil kolaborasi antara Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN dengan Badan Gizi Nasional (BGN).

Dalam koordinasi tersebut disampaikan bahwa Program Makan Bergizi Gratis (MBG) memprioritaskan sasaran kelompok 3B, yaitu ibu hamil, ibu menyusui, dan anak usia di bawah dua tahun. Sejumlah kalurahan di wilayah Kapanewon Saptosari juga telah menjalin kerja sama (MoU) dan mulai melaksanakan program tersebut.

Oleh karena itu, pelaksanaan Rembuk Stunting di tingkat kalurahan diharapkan mampu menyusun usulan kegiatan yang lebih berfokus pada intervensi sensitif, seperti peningkatan sanitasi, akses air bersih, edukasi pola asuh, penguatan Posyandu, pemberdayaan masyarakat, serta peningkatan kapasitas kader. Langkah ini bertujuan agar program yang didanai Dana Desa saling melengkapi dengan intervensi gizi spesifik yang telah difasilitasi melalui MBG.

Fokus Intervensi Sensitif

  • Peningkatan sanitasi lingkungan.
  • Penyediaan akses air bersih.
  • Edukasi pola asuh keluarga.
  • Penguatan Posyandu.
  • Pemberdayaan masyarakat.
  • Peningkatan kapasitas kader.

Di sisi lain, pemerintah kalurahan juga dihadapkan pada tantangan berupa penurunan pagu Dana Desa (DDS) sekitar 70%, yang berdampak pada berkurangnya kemampuan pembiayaan berbagai program, termasuk sebagian kegiatan pencegahan stunting. Kondisi tersebut menjadi perhatian dalam proses perencanaan sehingga setiap usulan kegiatan harus disusun secara lebih selektif, tepat sasaran, dan memberikan manfaat yang optimal bagi masyarakat.

Melalui sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, pemerintah kalurahan, tenaga pendamping profesional, PLKB, tenaga kesehatan, kader, dan seluruh pemangku kepentingan, diharapkan upaya percepatan penurunan stunting di Kapanewon Saptosari tetap berjalan secara efektif meskipun dihadapkan pada keterbatasan anggaran. Kolaborasi lintas sektor menjadi kunci agar program gizi spesifik dan intervensi sensitif dapat berjalan beriringan sehingga sasaran penurunan stunting tetap tercapai.

"Kolaborasi lintas sektor menjadi kunci untuk mewujudkan generasi yang lebih sehat, berkualitas, dan bebas stunting."

Mitra Desa Saptosari
Berbagi Informasi • Menguatkan Kolaborasi • Membangun Desa

Komentar

Postingan Populer